Postingan

Menampilkan postingan dengan label Geografi

DASAR PEMETAAN

Gambar
  o Peta adalah gambar muka bumi yang dibuat menggunakan skala tertentu dalam bidang datar. o Atlas adalah kumpulan peta dalam bentuk buku. o Globe adalah tiruan bola bumi. o Unsur-unsur peta 1) Judul Peta Setiap peta pasti memiliki judul. Judul peta biasanya diletakkan pada bagian atas peta. Judul peta mencerminkan isi dan tipe peta. Msalnya peta yang berjudul Peta Indonesia, Peta Pulau Jawa, Peta Kabupaten Kediri, Peta Wilayah Administrasi. 2) Skala Peta Skala Peta adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Berdasarkan bentuknya, skala peta dikelompokkan menjadi dua yakni skala garis dan skala angka.  a. Skala Garis (Skala grafis) Skala garis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran perbandingan tertentu. Skala garis biasanya diletakkan di atas legenda atau didalam kolom legenda. b. Skala Angka (Skala Numerik) Skala angka adalah skala yang berupa angka angka atau berbentuk angka. Skala angka bisanya diletakan pada b...

Gaya Coriolis

Salah satu musim di Indonesia adalah musim hujan yang terjadi ketika angin muson bergerak dari Samudra Pasifik menuju wilayah Indonesia dan dibelokkan oleh gaya coriolis, sehingga berubah arahnya menjadi angin barat atau angin muson barat. Apa itu gaya coriolis? Gaya coriolis adalah gaya pada rotasi bumi yang membelokkan arah arus air laut. Pembelokan arus ke kanan terjadi di kutub utara sedangkan pembelokan arus ke kiri terjadi di kutub selatan. Efek coriolis menghasilkan aliran Gyre (arus laut skala besar yang terdapat di lautan terbuka/samudra lepas) yang searah jarum jam pada kutub utara yang berlawanan dengan arah jarum jam pada kutub selatan. Efek coriolis dapat terjadi karena dua model pengamatan. Pertama, pengamatan secara diam oleh objek yang bergerak secara rotasi terhadap benda yang bergerak lurus. Kedua, pengamatan terhadap gaya fiktif dalam perputaran bumi. Kedua model pengamatan ini akan menampilkan kutub utara bergerak ke arah kanan sedangkan kutub selatan ke arah kiri. ...

Pengaruh Angin Muson terhadap Musim Indonesia

 Angin Muson adalah angin yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara samudera dan benua. Angin Muson ini bertiup setiap enam bulan sekali dan selalu berganti arah. Adapun pengaruh angin muson terhadap musim di Indonesia, yaitu sebagai berikut. 1) Angin muson menyebabkan musim kemarau pada musim kemarau, angin muson dari Benua Australia atau disebut angin muson timur bertekanan maksimum bergerak menuju Benua Asia yang bertekanan minimum melalui wilayah Indonesia. karena benua australia sekitar wilayahnya berupa gurun, maka udara yang bergerak relatif sedikit mengandung uap air. Selain itu, udara itu hanya melewati wilayah lautan yang sempit antara Australia dan Indonesia, sehingga sedikit pula uap air yang dikandungnya. pada saat itu di Indonesia terjadi musim kemarau. Musim kemarau juga berpengaruh bagi petani dan nelayan pada umumnya. Pada saat musim kemarau, sebagian petani terpaksa membiarkan lahannya tidak ditanami karena tidak adanya pasokan air. Akan tetapi, la...
Gambar
timeline bergabungnya anggota ASEAN   Ciri-ciri bentuk Negara-negara ASEAN 1.       Compact ð   Hampir seperti lingkaran. Contoh: Kamboja 2.       Fragmental ð   Berbentuk kepulauan terpisah-pisah. Contoh: Indonesia, filiphina 3.        Elongated ð   Memanjang. Contoh: vietnam 4.       Protruded ð   Lebih kompleks dan beragam. Contoh: Thailand dan Myanmar Lambang ASEAN: Lambang ASEAN ini digunakan sebagai lambang resmi ASEAN. Lambang ASEAN melambangkan kemantapan, perdamaian, persatuan, dan dinamika ASEAN. Warna-warna lambang – biru, merah, putih, kuning – adalah warna-warna yang digunakan dalam berbagai bendera Negara-negara anggota ASEAN. Sepuluh batang padi yang terikat melambangkan sepuluh Negara ASEAN. Hal ini melambangkan para pendiri ASEAN. ANGGOTA ASEAN [ IMAL RATAPI NEIVI LAMAR KAJA ] 1.       I NDONESIA => Jakarta 2.    ...

Hukum-Hukum Planet

Gambar
1. Hukum Titus Bode (Hukum Jarak Planet) Memiliki beda angka = 2 Karena jarak bumi adalah 1 SA, maka hasil penjumlahan DUA dan DH dibagi 10. DU : Deret Ukur DH : Deret Hitung SA : Satuan Astronomi Jarak Yupiter – Venus = 5,2 – 0,7 = 4,5 SA 2. Hukum Ricardson Disusun sedemikian rupa dengan rumus berikut. keterangan : d =  Jarak planet dan matahari n = bilangan -2, -1, 0, 1, 2, 3, dst Contoh: Merkurius 3. Hasil Pengukuran dengan Peralatan Astronomi Diperoleh : Satuan : SA 4. Hukum Keppler Hukum Keppler lebih dikenal sebagai hukum waktu edar planet mengelilingi matahari. Hukum Keppler ada tiga macam, yaitu sebagai berikut. 1) Hukum Keppler I Berbunyi: “Planet-planet beredar di lintasannya mengelilingi matahari, sedangkan matahari berada di salah satu titik fokus.” Penjelasan: :. Bentuk garis edar lintasan planet adalah berbentuk elips yang memiliki nilai eksentrisitas kecil. Jadi bentuknya hampir mendekati lingkaran. Eksentrisitas adalah perbandingan jarak kedua fokus dan sumbu pan...

Penamaan Wilayah Indonesia Pada Masa Belanda

Tahun 1850 James Ricardson Logan , seorang pengacara pembela hak asasi warga lokal yang berasal dari berbagai etnis menyebut Indonesia sebagai East India yang selanjutnya mengajukan nama Indonesia. Istilah ini sering digunakan dalam percaturan politik-politik dan tulisan-tulisan ilmiah. Tahun 1860 Eduard Douwes Dekker / Multatuli seorang penulis Belanda yang terkenal dengan Max Havelar yang terkenal dari novel satirisnya yang berisi kritik atas perlakuan buruk para penjajah terhadap orang-orang pribumi di Hindia Belanda, memperkenalkan Indonesia sebagai Indonesia . Tahun 1884 Adolf Bastian mempopulerkan Indonesia sebagai East India. Tahun 1943 Fritz Sarasin seorang naturalis dan etnolog asal Swiss menyebut Indonesia sebagai Australiatic Archipelago . Namun demikian, sebutan itu tidak sesuai karena tidak semua pulau ada di antara Asia dan Australia merupakan wilayah Indonesia. Tahun 1943 Frederick Everard Zeuner seorang palaeontolog dan arkeolog geologi Jerman menyebut Indonesia seb...

UNSUR CUACA DAN IKLIM

Gambar
Unsur-unsur cuaca dan iklim sebenarnya tidak tetap pada setiap saat maupun tempat, karena selalu berubah-ubah tergantung pada faktor-faktor fisis di alam yang disebut sebagai faktor pengendali cuaca. Faktor pengendali cuaca itu sendiri memiliki dua sifat, yaitu ada yang bersifat permanen, dan ada pula yang bersifat sementara. Adapun faktor pengendali cuaca tersebut antara lain sebagai berikut. 1. Faktor pengendali cuaca yang bersifat permanen antara lain:      a. Efek rotasi bumi;      b. Penyebaran daratan dan lautan di permukaan bumi;      c. Letak garis lintang bumi (latitude);      d. Faktor orografis (gunung dan pegunungan);      e. Perbedaan ketinggian letak dari permukaan laut (altitude). 2. Faktor pengendali cuaca yang bersifat sementara antara lain:      a. Pusat-pusat tekanan tinggi dan rendah;      b. Arus laut yang ditimbulkan oleh perbedaan musim; ...